Langsung ke konten utama

Postingan

LMU MUNCHEN

  Ludwige Maximilian Univesitat   (LMU) Munchen adalah salah satu universitas tua dan paling favorit saat ini di Jerman. Universitas ini didirikan oleh Duke Ludwig IX, seorang bangsawan yang kaya dari Bavaria-Landshut di Ingolstadt pada tahun 1472. LMU merupakan universitas pertama di wilayah Altbayern (kota Bayern tua) dan kesebelas dalam wilayah Kekaisaran Romawi Suci. Tujuan didirikan universitas tersebut adalah untuk menambah prestise dan sebagai tempat mendidik pejabat administrasi terlatih untuk Negara Bagian Bavaria modern awal yang sedang berkembang. Dipilihnya Ingokstadt sebagai lokasi pendirian universitas itu adalah karena kota tersebut pernah menjadi ibu kota domain Duke sampai Bavaria-Ingolstadt digabungkan menjadi Bavaria-Landshut pada tahun 1447. Selain itu, lokasi pusat Ingolstadt adalah karena sumber daya material dan keuangan yang mendukungnya. LMU Munchen menawarkan 300 program studi yang hampir semua telah menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar...

Memulai Karir di Jerman

  Seperti halnya di Indonesia, di Jerman setiap universitas memiliki bagian yang menangani urusan mahasiswa yang ingin mencari kerja atau mencari tempat untuk praktikum, werkstudent ataupun penulisan tugas akhir. Atau mungkin ingin mencari kontak person dari sebuah perusahaan. Biasanya lembaga ini membantu mahasiswanya dalam berhubungan dengan perusahaan untuk awal karirnya. Apa dan bagaimana mereka bekerja untuk membantu mahasiswa, mari kita lihat dengan mengambil contoh dari lembaga karir di RWTH Aachen. Lembaga karir di RWTH Aachen melakukan berbagai kegiatan untuk mendekatkan mahasiswa dengan karir di perusahaan atau di berbagai bidang peminatan dari masing-masing mahasiswa. Kegiatan mereka dimulai dari perencanaan karir, kursus bahasa, cara menulis lamaran dan menjawab pertanyaan interview yang dikemas dalam sebuah seminar atau shortcourse, berkenalan dengan perusahan melalui acara perkenalan online maupun offline sampai bagaimana berpenampilan yang menarik ketika intervie...